Kaya Vs Miskin



Sebagian orang-orang  kaya dan orang-orang miskin sama-sam di uji oleh alloh swt. Bagi orang kaya mereka di uji dengan kekayaannya,apakah dia angkuh, sombbong, tidak peduli terhadap orang-orang miskin. Dan bagi orang-orang miskin juga, mereka di uji dengan kemiskinannya, apakah merka pandai menempatkan diri, tidak iri hati, tidak mengorbankan nilai-nilai agama ??? Dan Alloh menganugrahkan berbagai nikmat kepada siapa saja yang wajar menerimanya, bukan lantaran mereka yang berkuasa atau kaya. Wajar dalam artian orang yang berusaha keras akan memndapatkan anugrah nikmat oleh Alloh dan begitu sebaliknya .

Kemuliaan seseorang bukan bukan diukur dari kaya atau  miskin. Tetapi diukur dari seberapa besar optimal seseorang dalam memanfaatkan potensi atau karunia yang di berikan Alloh, baik potensi yang ada pada diri kita maupun potensi yang tersebar luas di alam semesta.

Jika seseorang ingin menjadi kaya (rezeki dunia) tentu saja harus usaha, kerja keras, dengan menggunakan potensi yang ada secara optimal. Hal ini berlaku untuk semua umat manusia, baik yang beriman maupun yang tidak beriman. Kita harus bisa membedakan antara kenikmatan yang bersifat ukhrawi (akhhirat) dengan kenikmatan yang bersifat duniawi. Hal seperti ini sering di campur aduk sehingga rancu dan membingungkan.

Orang-orang yang malas atau tidak berusaha menggunakan potensi yang ada akan mendapatkan hukuman diantaranya adalah kemiskinan dan kefakiran, begitu juga sebaliknya orang-orang yang berusaha keras menggunakan potensi yang ada, meskipun tidak beriman atau durhaka tetap akan diberi karunia oleh Alloh yaitu diantaranya berupa harta yang banyak (kaya).

Nah bagaimana bagi orang-orang yang malas ? tidak berusaha dan tidak bekerja keras serta tidak beriman dan juga durhaka kepada Alloh ??? Orang-orang seperti inilah yang paling menderita. Di dunia akan menderita dengan kefakiran dan di akhirat akan pasti akan masuk neraka, karena kedurhakaannya kepada Alloh.

Dampak yang ditimbulkan oleh orang-orang seperti tersebut tidak hanya menyengsarakan diriny asendiri, tetapi juga  menyusahkan orang lain bahkan juga meresahkan masyarakat. Orang-orang seperti ini kesibukannya hanya mencari dalih dan alas an “ngedabrus”, senang memiinta-minta , gampang sekali terjerumus pada kemaksiatan, maling,merampok,dll….

Umar bin kHatab telah menyatakan “perang” terhadap semua bentuk pengangguran,kemalasan, dan ketidakgiatan. Bahkan Umar pernah menarik keluar semua para pemuda yang diam di dalam masjid dan tidak melakukan apa-apa. Umar memukuli mereka dan berkata:”keluar kalian, cari rezeki! Langit tidak pernah menurunkan emas dan perak.”

Mereka hidup tetapi mereka mati, memreka tidak menangkap rahasia di balik kehidupan mereka. Mereka tidak melakukan yang terbaik untuk masa depan umat maupun diri mereka sendiri.

Umar adalah sosok yang sangat giat bekerja, siang malam, dia hanya menyempatkan tidur sebentar, sampai-sampai keluarganya menegurnya: “ Engkau tidak tidur ?”, tetapi teguran itu di jawab oleh umar, “jika aku tidur dimalam hari, maka sia-sia lah diriku dan jika aku tidur di siang hari, maka sia-sialah rakyatku”.

Sedangkan orang-orang yang mau bekerja keras, berusaha menggunakan potensi dengan optimal untuk mencari karunia dari Alloh dan delalu berada di jalan Alloh, maka mereka akan selalu di mudahkan dalam segal a urusannya, ssehingga akan mendapatkan kenikmatan di dunia diantaranya adalah kekayaan (harta yang melimpah)

Dan orang-orang kaya seperti tersebut di dunia akan :
  1.  Bahagia karena hidupnya serba berkecukupan
  2. Bahagia karena tidak pernah meminta-minta
  3. Bahagia dan di hormati oleh keluarganya karena selalu mencurahkan kasih sayang dan kebaikan kepada anak,istri,dan keluarganya
  4. Bahagia karena menjadi orang yang mulia
  5. Bahagia dapat pergi berhaji dan berumrah ke baitulloh


 Di akhirat akan :
  1.  Mereka akan masuk surga karena Alloh mencintainya



Dengan demikian cukup jelas bahwasanya perbedaan orang kaya yang memang wajar mendapatkannya karena kerja kerasnya, dan orang-orang yang malas tidak mau berusaha sehinggan mendapatkan kemiskinan dan kefakiran.

0 Komentar untuk "Kaya Vs Miskin"

buat rekan-rekan yang ingin berkomentar dan ingin memberikan saran serta kritik terhadap blog saya..bisa langsung menaruh komentar di kolom di bawah ini. saya tidak menggunakan veritifikasi kata dan terbuka buat umum..